Cara Menulis Curriculum Vitae yang Efektif

Curriculum vitae Anda adalah brosur yang berisi profil diri Anda, bukan otobiografi Anda. Pernahkah Anda membaca brosur suatu produk yang mencantumkan kelebihan sekaligus kekurangan produk tersebut? Nah sama halnya dengan brosur produk, curriculum vitae Anda harus menunjukkan bahwa Anda punya kelebihan dan oleh karena itu Anda patut diperhatikan. Tidak lebih, tidak kurang. Anda tidak perlu menceritakan setiap hal dalam curriculum vitae. Inilah kesalahan yang umum terjadi dan menjadi alasan ditolaknya banyak curriculum vitae. Agar curriculum vitae Anda efektif, berikut ini akan dibahas kesalahan-kesalahan umum ditolaknya sebagian besar curriculum vitae serta strategi untuk menghindari kesalahan tersebut.


1. Hilangkan Informasi Negatif
Curriculum vitae sering digunakan sebagai panduan wawancara. Fungsi ini kurang dipertimbangkan oleh pelamar. Apabila curriculum vitae menunjukkan kegagalan studi Anda, maka itulah yang akan dibicarakan saat wawancara. Karena itu, sebaiknya Anda hanya mencantumkan informasi positif, bukan negatif. Andalah yang memegang kendali atas curriculum vitae Anda. Jadi Anda bebas menghilangkan beberapa informasi. Informasi mana yang akan Anda hilangkan? Yang pasti, hilangkan informasi negatif atau yang kurang menguntungkan bagi diri Anda. Informasi negatif hanya cocok disebutkan saat wawancara, ketika Anda punya kesempatan untuk memberikan penjelasan. Misalnya, Anda dipecat lima tahun yang lalu karena Anda tidak setuju dengan atasan Anda, tetapi Anda memiliki karir yang sukses setelah itu, maka Anda tidak harus mencantumkan riwayat pemutusan kerja Anda tersebut dalam curriculum vitae Anda.

2. Jujurlah
Pewawancara sering terpancing untuk menanyakan isi curriculum vitae Anda. Namun tidak semua pewawancara mahir dalam bidang ini. Maka, sudah pasti kerangka wawancara akan difokuskan pada curriculum vitae. Anda tentu harus mencantumkan informasi yang benar dan dapat dibuktikan. Jika tidak, kredibilitas Anda akan hilang dan kesempatan mendapatkan tawaran kerja akan mengecil. Anda boleh saja meniadakan sejumlah informasi. Maksudnya, Anda boleh tidak menuliskan informasi negatif, tapi Anda harus tetap menyiapkan jawaban, sekiranya pewawancara mencoba mencari tahu.

Pastinya, Anda tidak ingin memiliki atasan yang berbohong tentang gaji dan prospek karir Anda. Karena itu, jangan berbohong mengenai riwayat pendidikan maupun karir yang sebenarnya tidak Anda miliki. Hal seperti ini dapat dengan mudah dibuktikan keabsahannya, dan bila kebohongan Anda diketahui, tindakan Anda ini dapat dijadikan alasan untuk menolak Anda. Jadi, selalu bertindak jujur sejujur-jujurnya. Akan tetapi, jangan terlalu jujur, karena Anda tidak perlu menyertakan informasi yang negatif. Untuk apa merusak prospek kerja Anda?

3. Memilah Informasi yang Relevan
Sebagaimana telah disebutkan di atas banyak curriculum vitae terkesan seperti otobiografi, yakni hanya menonjolkan diri. Segala macam informasi tentang diri sendiri dimasukkan. Riwayat pendidikan lengkap dari TK sampai Perguruan Tinggi, semua seminar atau training yang pernah diikuti, semua pengalaman berorganisasi, hobi yang bermacam-macam, dan lain sebagainya. Memang calon atasan Anda perlu tahu tentang diri Anda, namun sebaiknya informasi itu dipilah-pilah, disesuaikan mana informasi yang relevan dengan kebutuhan perusahaan/organisasi yang ingin Anda lamar. Tidak semua hal tentang diri Anda harus dimasukkan dalam curriculum vitae. Sebenarnya tidak ada aturan mutlak tentang cara penulisan curriculum vitae. Ada cara yang terbukti berhasil buat si A namun cara yang sama tidak berhasil bagi si B. Namun pada intinya, curriculum vitae harus memenuhi 3 kebutuhan utama, yaitu:
  • Menonjolkan kelebihan Anda di hadapan calon atasan 
  • Menjadi panduan untuk wawancara 
  • Mendukung pernyataan yang akan diutarakan dalam wawancara
Menyusun curriculum vitae sebenarnya tidak sulit, tapi jika ingin curriculum vitae Anda berhasil, Anda perlu waktu, tenaga, pikiran, kreativitas, dan kebulatan tekad. Curriculum vitae Anda harus mempertimbangkan calon atasan. Pengarang menulis buku atau artikel sambil mempertimbangkan pembaca, pembuat iklan mempertimbangkan konsumen, begitu pula seharusnya Anda. Anda menjual kemampuan dan pengalaman Anda di pasar kerja, sehingga harus dipastikan bahwa profil diri Anda menampilkan aspek terbaik Anda di hadapan calon atasan. Oleh karena itu, saat menyusun curriculum vitae Anda, lihatlah dari sudut pandang ini: kontribusi apa yang bisa Anda berikan bagi perusahaan/organisasi? Atau pengalaman apa yang Anda miliki yang bisa membantu memenuhi kebutuhan perusahaan/organisasi?

4. Berikan Informasi yang Relevan
Anda tidak perlu mencantumkan informasi yang tidak relevan dengan target karir Anda. Misalnya saat kuliah, pekerjaan pertama Anda adalah Waiter [pramusaji] di restoran, kemudian Anda bekerja sebagai Telephone Operator di sebuah hotel, dan sekarang Anda bekerja sebagai Freelance Copywriter untuk beberapa perusahaan periklanan. Sebenarnya riwayat kerja ini menarik, tetapi tidak ada gunanya jika dicantumkan secara mendetail pada curriculum vitae. Dalam konteks itu, curriculum vitae Anda sebaiknya hanya mencantumkan informasi yang relevan, seperti ini:

Sebelum tahun 200X, pernah menduduki posisi customer service dalam bidang pelayanan makanan [food service] dan telekomunikasi.

Bila pekerjaan Anda yang terdahulu berkaitan langsung dengan pekerjaan yang baru, maka cantumkanlah. Misalnya, seorang wartawan yang dulu bekerja penerjemah. Anda harus menentukan cara yang menurut Anda terbaik untuk menampilkan karir-karir awal Anda pada curriculum vitae. Pertanyaan yang harus Anda ingat: apakah karir ini cocok dengan dan/atau mendukung keinginan karir saya sekarang? Jika tidak terlalu berguna, karir tersebut tidak perlu Anda cantumkan.

Kadangkala ada pelamar yang mencantumkan nama lengkap, tanggal lahir, dan tempat lahir anak-anak mereka pada curriculum vitae mereka. Ketika ditanya untuk apa mereka mencantumkan hal semacam tadi, mereka mengatakan, “Informasi ini tentunya diperlukan oleh calon atasan.” Calon atasan memang memerlukan informasi tersebut, tapi bukan melalui curriculum vitae. Informasi seperti ini bisa diberikan saat Anda sudah diterima kerja di perusahan/organisasi tersebut, misalnya untuk pengurusan asuransi dan sebagainya. Ingat bahwa Anda hanya perlu memberikan informasi secukupnya agar lulus ke tahap wawancara.

5. Menjawab Kebutuhan Perusahaan/Organisasi
Perusahaan/organisasi, seperti halnya manusia, memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Dua perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang samapun biasanya tetap memiliki perbedaan. Misalnya kedua perusahaan tersebut sama-sama produsen sabun, tapi bisa jadi salah satu perusahaan tersebut memproduksi sabun kecantikan, sementara satunya lagi sabun kesehatan. Bisa jadi kedua perusahaan itu sama-sama menjual sabun kesehatan, namun target pasar mereka berbeda, yakni yang satu targetnya adalah kelas menengah ke bawah, dan satunya lagi adalah kelas menengah ke atas. Dari sisi bahan bakunya, bisa jadi salah satu perusahaan tersebut menerapkan prinsip pemakaian bahan-bahan yang aman bagi lingkungan, sementara perusahaan yang satunya tidak mempedulikan hal tersebut.

Intinya, Anda perlu mengetahui Informasi tentang karakter dan kebutuhan perusahaan/organisasi yang akan Anda lamar. Informasi ini bisa Anda dapatkan dari iklan lowongan kerja yang mereka publikasikan. Selain itu Anda bisa mencari informasi melalui website, kenalan yang bekerja di sana, atau dengan datang ke kantor itu untuk mendapat brosur, laporan tahunan atau bertanya langsung ke staf di sana, misalnya pada resepsionis.

Setelah mendapatkan informasi itu, yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah memilah informasi tentang diri Anda yang relevan bagi perusahaan/organisasi tersebut. Misalnya perusahaan yang Anda lamar memproduksi sabun kesehatan untuk kelas menengah ke bawah, maka jika Anda punya pengalaman menjual produk dengan target pasar yang sama, informasi ini perlu ditonjolkan dalam curriculum vitae.

Jika daerah operasi perusahaan itu sama dengan tempat pendidikan Anda atau tempat kerja Anda yang terdahulu, maka informasi itu sebaiknya dicantumkan dalam curriculum vitae Anda. Bila Anda mencantumkan informasi seperti ini, maka akan terlihat bahwa Anda cukup mengenal daerah itu, bahkan mungkin Anda tahu tentang supplier atau distributor barang atau jasa yang relevan dan mungkin bisa menjadi mitra dengan perusahaan yang Anda lamar.

6. Negosiasikan Gaji pada Tahap Akhir
Prinsip umum mengenai gaji adalah atasan menggaji Anda sesedikit mungkin. Karena itu, Anda harus mempelajari ilmu bernegosiasi jika Anda ingin mendapat gaji sebesar mungkin. Aturan pertama adalah usahakan untuk menegosiasi gaji dengan pembuat keputusan. Aturan keduanya adalah selalu bernegosiasi saat Anda memiliki kendali atau posisi tawar [bargaining power].

Bila Anda adalah satu dari 200 atau lebih kandidat yang diberi kesempatan mengikuti wawancara kerja, maka Anda belum mempunyai kendali. Karena itu, belum saatnya Anda menyebutkan berapa gaji yang Anda minta. Bahkan saat Anda telah masuk dalam daftar wawancara yang mungkin hanya terdiri dari lima orang pun, Anda tetap belum punya kendali untuk menegosiasikan gaji. Misalkan Anda adalah kandidat terakhir yang bertahan dalam berbagai tahapan seleksi, apakah Anda memiliki kendali? Tentu. Jika calon atasan menolak Anda, mereka sadar bahwa mereka harus mengulang proses rekrutmen, yang berarti kendali kini ada di tangan Anda.

Lain halnya bila Anda mengirimkan curriculum vitae ke agen pencari tenaga kerja atau head hunter. Agensi semacam ini dibayar berdasarkan komisi. Mereka bersemangat mendapatkan pencari kerja sebanyak mungkin. Dalam hal gaji, mereka dapat membantu Anda. Maka, terangkanlah kepada mereka detil dan paket gaji yang Anda harapkan. Mereka akan memberitahu berapa kira-kira gaji yang pantas Anda dapatkan. Menerangkan kepada agen berapa gaji yang Anda dapat dan inginkan [atau bersedia terima] tidak menghalangi Anda untuk bernegosiasi dengan calon atasan.

7. Menyiapkan Beberapa Versi Curriculum Vitae
Kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah menyiapkan satu curriculum vitae kemudian mengirimkannya ke berbagai perusahaan/organisasi. Padahal, sebagaimana telah dijelaskan di atas, masing-masing perusahaan/ organisasi memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, sebaiknya curriculum vitae Anda disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan/organisasi. Idealnya, ada satu curriculum vitae yang khusus ditulis dan disesuaikan untuk setiap perusahaan/ organisasi yang Anda tuju. Namun, karena ketatnya kompetisi dan langkanya lapangan kerja saat ini, mau tidak mau Anda harus mengirim puluhan bahkan ratusan curriculum vitae ke berbagai tempat sehingga akan banyak memakan waktu jika harus membuat puluhan bahkan ratusan CV yang unik. Untuk menyiasatinya, sebaiknya Anda menyiapkan tiga curriculum vitae dasar, yaitu:
  • Curriculum vitae yang berisi pekerjaan Anda sekarang 
  • Curriculum vitae yang ditargetkan untuk pekerjaan berikutnya dalam karir Anda 
  • Kombinasi curriculum vitae tipe pertama dan kedua. 
Dengan tiga curriculum vitae di atas, Anda sudah punya modal untuk mengirim sebagian besar lamaran kerja Anda. Tapi ingat, Anda tetap harus memodifikasi curriculum vitae Anda. Misalnya, mengubah urutan prestasi kerja Anda berdasarkan kualifikasi yang diminta perusahaan. Mungkin juga, Anda perlu menyederhanakan atau menghilangkan daftar tugas yang tidak berhubungan dengan posisi yang Anda lamar.

No comments:

Post a Comment